Breaking News

Cerita Nelayan Pesisir, Sukses Berkat Melek Digital

Nelayan di Rembang. Foto : ist

WELFARE.id-Di wilayah pesisir Sarang, Kabupaten Serang, Jawa Tengah, setiap hari puluhan nelayan pulang dari melaut di Laut Jawa. Mereka menyandarkan kapal untuk membongkar muatan yang berhasil mereka tangkap. 

Di tempat yang sama, seorang pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), M Rokib, tampak sibuk melihat-lihat hasil tangkapan ikan dari nelayan lain yang telah diolah menjadi ikan kering dan ikan asin. Pemilik UMKM Rokibstore tersebut menjalankan rutinitasnya memilah kualitas ikan hasil olahan dari nelayan sebelum membawa pulang untuk dijual di e-commerce. 

Saat ini, Rokib adalah salah satu pelanggan yang menjadi andalan sejumlah nelayan di daerah Sarang. Pasalnya, ia mau membeli langsung hasil tangkapan ikan dari nelayan dengan harga pantas. 

''Tidak setiap hari nelayan itu bisa panen karena bergantung pada musim dan cuaca. Jadi, saya ingin bantu membeli langsung dari nelayan dengan harga lebih, ya untuk membantu mereka juga,'' ujarnya dikutip Kamis (7/4/2022). 

Usaha yang dijalaninya pun dilakoni karena ia sebagai warga pesisir mengetahui bahwa tidak semua nelayan melek teknologi. Sementara itu, ia melihat peluang dari menjual hasil tangkapan ikan melalui e-commerce. Hal ini membuat nelayan tidak sekadar mengandalkan tempat pelelangan ikan (TPI) setempat saat menjual ikan. 

''Saya tinggal di daerah penghasil ikan. Para nelayan baru mendapatkan penghasilan jika ikannya laku di TPI. Jadi, pembelinya itu-itu saja. Saya berinisiatif untuk memperluas jangkauan dan peluang hasil tangkapan nelayan dengan menjual ikan secara online,'' tukasnya. 

Awalnya, Rokib menjual olahan ikan melalui media sosial pada akhir 2019. Setahun berjalan, hasil penjualan ikan di media sosialnya perlahan sepi. Ia terus mencari cara agar tetap dapat menjual olahan ikan hasil nelayan Rembang. Sampai akhirnya, ia menemukan informasi mengenai berjualan online melalui e-commerce. 

Gayung pun bersambut. Pada awal 2020, Rokib mendapat kabar di daerahnya akan ada kegiatan pelatihan bisnis digital dari Shopee. Ia mengikuti pelatihan tersebut sampai akhirnya membuka toko di Shopee yang diberi nama Rokibstore. Melalui Bimbel Shopee,  ia diajari cara upload produk yang baik dan menarik serta cara menulis deskripsi yang dibutuhkan pembeli. 

Dari situ, ia memahami persaingan harga dan strateginya untuk berhasil. ''Saya juga ingat, waktu itu saya sering bertanya kepada trainer-nya setelah pelatihan. Hal itu saya lakukan untuk dapat memahami materi secara lebih dalam,'' tandaanya. 

Ia bercerita, penjualan onlinenya mulai stabil untuk memasarkan tangkapan hasil nelayan di Sarang. Sebelumnya, Rokib hanya mendapat 5 orderan per hari. Saat ini, orderannya meningkat menjadi 20 sampai 60 orderan per hari. Semangat Rokib untuk menjual ikan tak hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Dia ingin menjadi salah satu penggerak ekonomi puluhan keluarga nelayan di daerahnya. 

Dirinya, lanjutnya, hanya membantu mempromosikan secara digital hasil panen nelayan. Pasalnya, pasar di pesisir cukup terbatas. Terlebih, belum semua nelayan melek teknologi. 

''Saya menganggap diri saya sedang membantu mempromosikan tangkapan mereka melalui Shopee. Dengan demikian, peluang pasar jadi lebih luas dan ikan mereka lebih laku,'' katanya. 

Sama dengan Rokib, toko Ikan Asin Fatimah13 asal Tegal, Jawa Tengah, merupakan UMKM yang juga pandai melihat peluang dari hasil tangkapan ikan nelayan. 

Toko tersebut menjual olahan ikan hasil tangkapan nelayan dari daerah pesisir Tegalsari dan Muarareja. Pemilik toko tersebut, Indra Waluyo, 34, mengatakan bahwa dirinya ingin menjual olahan ikan langsung ke tangan konsumen lokal dan luar kota. 

Indra memutuskan untuk berjualan ikan kering dan ikan asin secara online. Dengan sejumlah strategi, ia berhasil mengoptimalkan penjualan hingga hasil usahanya bersama istri perlahan membesar. 

''Salah satu strategi berjualan online Ikan Asin Fatimah13 adalah pengemasan produk yang baik. Hal ini membuat produk aman untuk pengiriman ke luar kota,'' tuturnya. 

Setelah konsisten menyediakan produk ikan olahan dari pesisir, lanjut Indra, saat ini ia memiliki 7 karyawan yang membantunya mengembangkan usaha. 

Ia menjelaskan, setelah mengambil ikan dari nelayan, tim Ikan Asin Fatimah13 mengemas produk dengan baik untuk dikirimkanke luar kota bagi pembeli yang memesan secara online. ''Saya bersyukur dapat memberikan lapangan pekerjaan untuk karyawan yang merupakan warga pesisir dan keluarga nelayan,'' tuturnya. 

Membuka toko olahan ikan secara online memberikan harapan baru cara menjual ikan hasil panen nelayan. Tak hanya berdampak positif bagi nelayan, penjualan melalui e-commerce juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir. (tim redaksi) 

#nelayan
#umkm
#digitalisasiumkm
#ecommerce

Tidak ada komentar