Breaking News

Berpotensi Ciptakan Kerumunan, Pemprov Larang Mal Gelar "Midnight Sale"

Situasi sale sebelum pandemi COVID-19. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-DKI Jakarta memang sudah masuk PPKM level dua. Berbagai kebijakan pun mulai diperlonggar. Termasuk, memperbolehkan operasional mal hingga pukul 22.00. 

Tapi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tegas melarang kegiatan "midnight sale" atau program obral produk tengah malam yang kerap digelar menjelang Lebaran oleh sejumlah pusat perbelanjaan.

 "Karena berpotensi tidak terkontrol dengan intensif," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Edi Margono di Jakarta, dikutip Kamis (14/4/2022). 

Pihaknya bersama tim rekomendasi teknis tingkat Provinsi DKI tidak memberikan izin "midnight sale" karena berpotensi membuat kerumunan.

Belum lagi, warga yang kalap belanja membuat situasi berpotensi tidak terkendali. Maka itu, setelah melalui pembahasan bersama instansi terkait lain, lanjutnya, diputuskan untuk tidak memberikan izin program "midnight sale" di momen Ramadan-Lebaran tahun ini.

"Kalau dalam pembahasan tersebut kami dapatkan adanya titik kritis dan potensi kerumunan yang tidak dapat dikendalikan maka kami tidak beri izin," imbuhnya. Adapun tim rekomendasi teknis itu, lanjut dia, terdiri dari wali kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Intelkam Polda Metro Jaya, Dinas Parekraf, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfotik, Satpol PP, hingga aparat kecamatan dan kelurahan.

Dia menjelaskan "midnight sale" diadakan tengah malam dengan tawaran diskon yang menggiurkan. Sehingga bisa memancing konsumen membuat kerumunan.

Ditambah lagi, dengan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 308 tahun 2022 tentang PPKM level dua yang membatasi jam operasional mal/pusat perbelanjaan hingga pukul 22.00 WIB dan kapasitas pengunjung 75 persen. Aturan tersebut diperlonggar khusus untuk jam operasional yang sebelumnya hanya sampai pukul 21.00 WIB.

Edi menambahkan hingga saat ini belum ada mal atau pusat perbelanjaan yang mengajukan izin soal program tersebut. Sementara itu, Corporate Communications Grand Indonesia Annisa Hazarini mengatakan pihaknya tidak akan mengadakan "midnight sale".

"Hanya promosi masing-masing tenant saja. Jam operasional mengikuti aturan dari pemerintah sampai jam 10 malam," ucapnya terpisah, kepada wartawan. (tim redaksi)

#programmidnightsale
#mal
#pusatperbelanjaan
#potensikerumunan
#sale
#obraltengahmalam
#ppkmleveldua
#pemprovdkijakarta

Tidak ada komentar