Breaking News

Bermodus Surat Kuasa Jastip, ES Selewengkan 2,3 Ton Solar Bersubsidi untuk Nelayan

Solar bersubsidi. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Penyelewengan solar subsidi untuk nelayan di Penajam Paser Utara (PPU) terjadi. Tak tanggung-tanggung, penyelewengan solar bersubsidi tersebut capai 2,3 ton. 

Jajaran Ditpolairud Polda Kaltim mengamankan pria berinisial ES, Rabu (20/4/2022). Modus ES dengan memanfaatkan surat kuasa dari sejumlah kelompok nelayan di Benuo Taka.

Surat kuasa itu diberikan diduga karena para nelayan tak ingin pergi ke titik (SPBU-N). SPBU-N itu memang cukup jauh, berada di Desa Api-Api, Kecamatan Waru.

Pelaku pun ke titik SPBU-N itu. Menggunakan mobil pikap dengan nomor polisi KT 8483 VB. 

Ia melakukan pembelian berdasarkan surat kuasa tersebut. "Solar dibeli seharga Rp5.150 per liternya, lalu dijual seharga Rp6.500 per liter. Jadi dia ngambil untung sekitar Rp1.350 per liter. 

Padahal tersangka ini tidak memiliki surat rekomendasi sebagai penyalur resmi BBM solar bersubsidi dari pemerintah," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo kepada wartawan, Sabtu (23/4/2022).

Bahkan, ES juga tidak memiliki penunjukan dari pemerintah setempat sebagai penyalur BBM solar resmi yang disubsidi pemerintah. Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Tatar Nugroho menambahkan, pelaku sudah menjalani aktivitasnya selama 5 tahun. 

Dari aktivitas tersebut, solar yang berhasil diselewengkan oleh pelaku yakni sebanyak 2,3 ton. "Dia beraksi sudah 5 tahun ini, barang bukti yang berhasil kita amankan yakni solar sebanyak 2,3 ton, satu mobil pikap dan dua buah tandon," bebernya.

Saat ini polisi masih akan melakukan pengembangan terhadap kasus ini, yakni di mana pelaku menjualnya hingga siapa saja yang memberikan surat kuasa tersebut. "Saat ini masih kita kembangkan. Kita akan lidik siapa saja yang memberikan surat rekomendasi (surat kuasa)," ungkapnya.

Sementara itu, ES mengaku dirinya hanya sebagai jasa titip lantaran para nelayan enggan pergi mengisi ke titik SPBUN dikarenakan jarak yang harus ditempuh sekitar 50 kilometer. Kelompok nelayan pun menguasakan kepada ES agar dapat membeli solar subsidi untuk nelayan.

"Jarak nelayan ke SPBUN itu kurang lebih sekitar 30 sampai 50 kilometer Pak, jauh soalnya. Jadi mereka buatkan surat kuasa ke saya untuk belikan sekalian. Jadi saya jual ke nelayan itu Rp6.500," tandasnya. (tim redaksi)

#solarbersubsidi
#tersangkaes
#polairudpoldakaltim
#penyelewengansolarbersubsidi
#kelompoknelayan

Tidak ada komentar