Breaking News

BEM SI Siap Demo 11 April, Ada 6 Tuntutan ke Jokowi

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Kecewa dengan kinerja pemerintah, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal menggelar demonstrasi ke Istana negara pada 11 April mendatang. Mereka menargetkan mendatangkan 1.000 massa aksi. Para demonstran yang direncanakan hadir itu berasal dari 18 kampus. 

Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal mengeklaim, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan ke polisi ihwal rencana aksi tersebut. Ia mengatakan, surat pemberitahuan aksi itu dilayangkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. ''Sudah, surat sudah masuk. Bukan izin (aksi), tetapi pemberitahuan,'' ujarnya, Jumat (8/4/2022). 

Namun ia meluruskan narasi di media sosial soal poster dengan kata-kata "STM Bergerak" atau "Sampai Jokowi Turun". Lutfhi menegaskan bahwa narasi itu bukan dari BEM SI. 

Secara garis besar, ada enam poin tuntutan yang dilayangkan BEM SI. Yaitu : 

Pertama, mendesak dan menuntut Presiden Joko Widodo untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara. 

Kedua, menuntut dan mendesak Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN), termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaan. 

Ketiga, mendesak dan menuntut Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya. 

Keempat, mendesak dan menuntut Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait. 

Kelima, mendesak dan menuntut Jokowi menyelesaikan konflik agraria di Indonesia. 

Tuntutan terakhir, menuntut dan mendesak Jokowi-Maruf Amin berkomitmen penuh menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatan. 

Menjelang aksi tersebut, Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kaharuddin HSN DM mengaku mengalami peretasan. Ia mengaku sudah 20 jam lebih tidak dapat masuk ke aplikasi WhatsApp maupun media sosial Instagram miliknya. ''Jadi sampai sekarang komunikasinya terhenti karena nomor saya kena retas,'' ujarnya. 

Ia menjelaskan, nomor yang diretas merupakan penyambung komunikasi BEM SI dengan para wartawan dan mahasiswa lain yang ingin bergabung pada Aksi Nasional mendatang. Ia juga mengklaim dihubungi nomor luar negeri ataupun nomor acak di tengah malam. 

Walaupun diretas, BEM SI mengaku perjuangannya tak akan surut. Mereka akan terus menyuarakan kebenaran dan mengingatkan penguasa bahwa kebijakan yang keluar tidak pro terhadap rakyat. ''Kami Aliansi BEM SI akan terus menyuarakan hak-hak rakyat apapun tantangan dan risikonya,'' katanya. 

Aksi peretasan seperti ini juga dialami sejumlah mahasiswa sehari sebelum Aksi Nasional Jumat (1/4/2022) lalu. Sebanyak tujuh orang mengalami peretasan sejak Kamis malam (31/3/2022). Mereka ialah empat anggota Blok Politik Pelajar (BPP), ketua BEM UI, koordinator pusat BEM SI, dan seorang anggota SERASI UP. 

Terpisah, Polda Metro Jaya mengaku belum menerima surat pemberitahuan dari pihak mana pun terkait aksi demonstrasi yang bakal digelar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (11/4/2022). 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, aksi unjuk rasa yang digelar masyarakat dapat dibubarkan apabila tidak memiliki izin resmi dari kepolisian. ''Tentunya ada UU Nomor 9 Tahun 1998, dalam Pasal 15 dijelaskan, demo atau unjuk rasa yang tidak mendapat izin atau laporan kepolisian ini dapat dibubarkan,'' katanya. 

Zulpan menjelaskan, massa aksi unjuk rasa harus terlebih dahulu mengajukan surat pemberitahuan dan permohonan izin kepada kepolisian paling tidak 3x24 jam sebelum pelaksanaan. 

Sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 9 tahun 1998. Namun, sampai saat ini kami tidak menerima permohonan untuk penyampaian pendapat di muka umum yang dimaksud," kata Zulpan. ''Saya sampaikan ke kelompok masyarakat, apabila ingin menyampaikan pendapat di muka umum atau unjuk rasa, silakan sampaikan ke kepolisian,'' pungkasnya. (tim redaksi) 

#demonstrasi
#bemsi
#demoistananegara
#mahasiswademo

Tidak ada komentar