Breaking News

Bawa Pesan Perdamaian, Sekjen PBB akan Temui Presiden Rusia dan Presiden Ukraina Pekan Depan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Foto: AFP

WELFARE.id-Perang yang tidak berkesudahan antara Rusia dan Ukraina yang berdampak secara global, membuat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres turun tangan langsung. 

Dia akan mengunjungi Rusia pekan depan untuk menemui Presiden Vladimir Putin, kemudian juga akan ke Ukraina untuk berbicara dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

Juru bicara Sekjen PBB Eri Kaneko, mengatakan kalau Guterres akan terbang ke Moskow pada Selasa (26/4/2022) dan bertemu dengan Putin, serta menghadiri rapat kerja dan makan siang bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov.

"Dia berharap dapat membahas apa yang bisa dilakukan untuk mencapai perdamaian di Ukraina segera," kata Kaneko, Jumat (21/4/2022).

Guterres juga akan bertemu dengan Zelensky pada Kamis (28/4/2022), dan juga bertemu dengan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba dan staf badan-badan PBB untuk membahas peningkatan upaya bantuan kemanusiaan. 

Sebelumnya, Guterres meminta bertemu dengan pemimpin kedua negara dalam surat terpisah yang diserahkan kepada diplomat masing-masing di PBB.

Beberapa hari sebelumnya, Guterres menyerukan gencatan senjata kemanusiaan selama empat hari mulai Kamis (21/4/2022) saat perayaan Paskah Ortodoks di Ukraina untuk memberi kesempatan kepada warga sipil meninggalkan daerah konflik dan pengiriman bantuan ke wilayah yang terdampak parah.

"Sekretaris jenderal tidak terlalu kecewa seruan pribadinya tidak diindahkan, tapi lebih ke soal tidak adanya gencatan senjata sehingga warga sipil tak bisa keluar dari daerah yang terkepung dan bantuan yang siap dikirimkan PBB dan mitra kami tak bisa dikirim ke daerah itu," kata Kaneko juga. 

Guterres akan membahas tentang penghentian perang selama kunjungannya ke Moskow dan untuk mencegah bencana kemanusiaan terjadi di Ukraian.

Untuk diketahui, invasi militer Rusia di Ukraina merupakan agresi militer terbesar terhadap sebuah negara Eropa sejak 1945, telah menewaskan dan melukai ribuan orang. Lebih dari 12 juta orang memerlukan bantuan kemanusiaan di negara itu.

Sejak memulai aksinya di Ukraina, Rusia telah menghancurkan kota-kota dan mayat ratusan warga sipil ditemukan. 

Tapi Moskow membantah mengincar warga sipil dan mengatakan tanpa bukti bahwa tanda-tanda kekejaman sengaja dibuat-buat. Negara-negara Barat dan Ukraina menuduh Putin melakukan agresi tak berdasar. (tim redaksi)


#perang
#invasimiliter
#rusia
#ukraina
#sekjenpbb
#antonioguterres
#perdamaian

Tidak ada komentar