Breaking News

Amankah Mengkonsumsi Minuman Berenergi selama Perjalanan Mudik? Ini Kata Ahli Gizi

Ilustrasi minuman berenergi yang biasa dikonsumsi masyarakat saat berkendara menuju kampung halaman. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 tinggal menghitung hari. Perayaan Lebaran ini biasanya dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia yang merantau untuk pulang kampung atau mudik.

Baik dengan transportasi publik seperti bus, kereta api, kapal laut maupun pesawat. Tapi bagaimana dengan warga yang mudik membawa kendaraan sendiri, seperti mobil pribadi dan motor. 

Tak bisa dipungkiri saat sedang melakukan perjalanan mudik, stamina akan terkuras di jalan seingga banyak orang yang memanfaatkan minuman berenergi untuk menambah daya tahan tubuh.

Namun amankah minuman berenergi dikonsumsi saat sedang melakukan perjalanan mudik? Pakar gizi dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) Irtya Qiyamulail memberikan penjelasan tentang konsumsi minuman berenergi selama mudik Lebaran 2022 ini.

Ia mengatakan para pemudik boleh mengonsumsi minuman energi atau energy drink demi mencegah kantuk selama perjalanan atau aktivitas mudik terutama masyarakat yang mudik dengan membawa kendaraan pribadi. 

Namun, dia berpesan konsumsi minuman berenergi harus bijak. ”Pada dasarnya, kita diperbolehkan mengonsumsi minuman berenergi saat mudik, namun perlu bijak dalam mengonsumsinya," terangnya, Minggu (24/4/2022).

Lantaran, minuman berenergi yang dikonsumsi setiap orang memiliki efek samping yang berbeda, tergantung kondisi tubuhnya. Yang perlu diingat adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi karena mengonsumsi minuman ini yakni sakit kepala, sembelit, iritasi sampai dengan kecanduan.

Irtya mengatakan kalau minuman berenergi memang bisa menghilangkan kantuk dan lelah namun juga bisa meyebabkan perasaan lelah yang berkali-kali lipat. Tak hanya itu, minuman berenergi biasanya mengandung kafein untuk merangsang fungsi otak dan meningkatkan kewaspadaan serta konsentrasi.

Semakin banyak kandungan kafein yang Anda konsumsi maka dapat berisiko menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah yang bisa membahayakan kesehatan selama di perjalanan.

"Jumlah kafein yang disarankan 400 mg per hari, sehingga konsumen perlu untuk mengecek label pangan terutama kandungan kafein pada energy drink untuk meminimalisir efek samping yang mungkin terjadi," cetus Irtya juga.

Selain kafein, minuman berenergi biasanya mengandung gula, turunan asam amino seperti taurine, herbal dan vitamin. Bagi penyandang diabetes ada baiknya juga memperhatikan kandungan gula yang ada di dalam minuman yang akan dikonsumsi, Anda bisa memilih minuman dengan kadar gula rendah atau tanpa gula.

Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Rumah Sakit (RS) Pelni, dr. Jovita Amelia, Sp.GK menambahkan jumlah kadar kafein dalam minuman energi bisa melebihi 1600 mg atau empat kali lipat dari anjuran yang disarankan pakar kesehatan.

Sementara untuk gula yang di tubuh umumnya ada sekitar 40 gram, yang artinya pengonsumsi minuman energi hanya boleh menambah 10 gram lagi untuk mencukupi kebutuhan harian gulanya.

"Konsumsi kafein dengan jumlah tinggi, bisa menimbulkan anxietas, insomnia, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung dan kelainan jantung lainnya. Gula berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan terutama untuk pasien diabetes dan jika sering diminum serta berlebihan dapat menimbulkan obesitas," cetus Jovita. (tim redaksi)

#kesehatan
#mudik
#lebaran2022
#idulfitri1434hijriah
#minumanberenergi
#perjalananmudik
#kesehatansaatmudik

Tidak ada komentar