Breaking News

Uni Eropa Ancam Sanksi Ekstra terhadap Rusia Jika Perang Kian Parah di Ukraina

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berbicara di depan media setelah Rusia melancarkan operasi militer terhadap Ukraina, Minggu (27/3/2022). Foto: Reuters/Antara 


WELFARE.id-Otoritas Uni Eropa (EU) akan mengambil langkah ekstra terhadap Rusia jika situasi medan perang di Ukraina semakin parah. Ancaman itu diungkapkan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Kamis (3/3/2022).

Uni Eropa juga sudah mengantisipasi seandainya Rusia melakukan aksi balasan, termasuk mendiversifikasi  pasokan energi untuk wilayah Eropa Barat tersebut.

"Tujuan kami adalah untuk mengurangi kekuatan Rusia untuk mengobarkan perang terhadap negara-negara tetangga mereka," terang von der Leyen usai mengelar rapat dengan Presiden Rumania Klaus Iohannis.

"Kita harus mandiri, bebas dari (ketergantungan) gas, minyak dan batu bara Rusia. Keputusan kami untuk beralih dalam kasus ini jauh lebih kuat dari sebelumnya," kata dia juga.

Sementara itu, Dewan Kota Mariupol, Ukraina, mengungkapkan bahwa pasukan Rusia terus-menerus dan sengaja membombardir infrastruktur sipil vital di kota pelabuhan yang berlokasi di Ukraina tenggara tersebut.

Kondisi itu menyebabkan kota tersebut tanpa air, pemancar atau listrik sekaligus menghalangi pengiriman pasokan atau evakuasi warga.

"Mereka menghancurkan pasokan makanan, mengepung kami, seperti di Leningrad tua," katanya lewat pernyataan, yang merujuk pada pengepungan Nazi Jerman di kota Soviet yang sekarang dikenal sebagai St.Petersburg selama Perang Dunia II.

Sekitar 1,5 juta orang meninggal dalam pengepung selama lebih dari dua tahun oleh Nazi Jerman tersebut.

"Sengaja, selama tujuh hari, mereka menghancurkan infrastruktur pendukung kehidupan kritis di Mariupol. Kami tidak lagi memilik penerangan, air dan pemancar," terang dewan kota itu lagi.

Pihak dewan mengaku sedang berupaya membuat koridor kemanusiaan untuk Mariupol dan berupaya untuk memperbaiki infrastruktur yang hancur akibat diserang militer Rusia.

"Mariupol masih membara. Kaum perempuan, anak-anak dan lansia menderita. Kami sedang dihancurkan sebagai sebuah negara. Ini adalah genosida rakyat Ukraina," katanya juga. (tim redaksi)


#perang
#invasimiliter
#rusia
#ukraina
#unieropa
#sanksiekonomi
#mariupol

Tidak ada komentar