Breaking News

Tak Hanya Minyak Goreng, di Sulawesi Solar Juga Langka

Antrean pembelian solar di Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa/ @rianmahendra83

WELFARE.id-Tak hanya minyak goreng, BBM jenis solar juga langka dibeberapa wilayah di Indonesia. Seperti antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU di Parepare, Sulawesi Selatan yang terjadi sejak tiga terakhir. 

Antrean tersebut dipicu kelangkaan solar. ''Saya dari tadi pagi mengantre, terpaksa dari pada tidak dapat BBM,'' kata Mustafa, salah satu sopir, Selasa(15/3/2022). 

Tak bisa mengisi full tank, lanjutnya, pembelianpun dijatah. ''Biasanya kalau begini juga dijatah Rp200 ribu sampai Rp300 ribu permobil,'' tambahnya. 

Antrean di Kota Parepare sudah jadi pemandangan biasa dalam 3 hari terakhir. Imbasnya, mengganggu pengguna jalan lainnya karena memicu kemacetan. ''Saya sudah dua kali bolak-balik Makassar-Polopo. Sebenarnya sudah dua minggu ini saya antre terus di sejumlah SPBU,'' akunya. 

Kelangkaan BBM solar di beberapa SPBU juga masih terjadi di Kota Makassar. Tampak antrean truk hingga bus mengular hingga ke jalanan. 

Kondisi ini sudah terjadi di Makassar sejak sepekan terakhir. Antrean truk hingga bus tersebut berimbas ke kemacetan parah di Jalan Perintis Kemerdekaan. 

Kelangkaan juga terjadi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Padli, supir truk Majene ini mengaku, kelangkaan bbm jenis solar mulai dirasakan sejak awal Februari 2022.

''Sebenarnya sudah lama dirasakan sekitar November 2021, hanya saja pernah normal dan sejak Februari 2022 mulai langka kembali,'' ucapnya. Supir truk pengangkut bahan material ini mengatakan, karena sulitnya memperoleh BBM Bio Solar membuat sejumlah pekerjaan menjadi terhambat. 

''Otomatis kalau solar langka ya pekerjaan jadi terhambat. Karena di mana-mana kami butuh bahan bakar. Sementara untuk penggunaan dexlite menurut kami masih sangat mahal,'' paparnya. 

Ia sendiri mengaku, saat ini belum bisa beralih penggunaan dari bio solar ke dexlite karena pendapatan yang diperoleh cukup pas-pasan. ''Mungkin kalau dexlite  belum bisa, karena modal bakal habis di biaya bahan bakar, sementara kebutuhan kehidupan sehari-hari juga semakin meningkat. Belum lagi naiknya harga minyak goreng,'' akunya. 

Ia pun berharap, agar pemerintah memberikan solusi terkait kurangnya ketersediaan solar, dengan menambah jatah SPBU setempat, sehingga tidak menimbulkan antrian panjang yang merugikan para supir. Sementara itu, diketahui sejak beberapa bulan lalu, jatah SPBU dikurangi yang tadinya 16.000 liter menjadi 8.000 liter dalam setiap pengisian. 

Sementara jatah 8.000 liter dalam setiap pengantaran hanya  bertahan sekitar 5  jam. Setiap warga yang melakukan pengisian BBM juga maksimal dapat melakukan pembelian Rp500.000 atau sekitar 100 liter. 

Akibat kelangkaan ini, distribusi logistik menjadi terhambat. ''Ini sebenarnya masalah klasik yang terus berulang di Makassar dan menjalar ke daerah-daerah.

Alasannya adalah kuota yang terbatas segala macam, padahal penyalur (Pertamina) tidak pernah bisa menemukan formulasi efektif agar kelangkaan bisa diminimalisir,'' kata Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulselbar Syaifuddin Saharudi. 

Padahal kelangkaan solar ini disebutnya bisa mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang mulai pulih terganggu. Aktivitas logistik dan transportasi tersendat karena kendaraan angkutan kesulitan mendapatkan pasokan BBM. 

''Kondisi kelangkaan solar yang terjadi seminggu terakhir menjadi bukti sistem pendistribusian yang karut marut oleh PT Pertamina Patra Niaga,'' kecamnya. Ia menuturkan, saat ini memang terjadi peningkatan konsumsi solar yang cukup besar karena ekonomi mulai bergeliat. 

Namun itu sesuatu yang wajar di setiap momentum menjelang Ramadan. Disparitas harga yang besar antara solar yang dijual Rp5.150 per liter dengan Dexlite Rp13.250 per liter perlu jadi perhatian. 

''Pengusaha tentu memilih yang lebih murah. Jika kemudian pengusaha angkutan terpaksa menggunakan dexlite karena solar tidak tersedia, maka dikhawatirkan memicu pula penyesuaian harga angkutan serta harga pokok barang,'' katanya. (dew)

#solarlangkadisulawesi
#kelangkaansolar
#biosolar
#antreanmengular
#antre
#pertamina
#logistiktersendat

Tidak ada komentar