Breaking News

Soal JHT, Hotman Paris Masih Penasaran

Pengacara Hotman Paris. DOK WELFARE.id

WELFARE.id - Polemik JHT terus bergulir dan belum juga ada titik terang yang menguntungkan untuk buruh, pengusaha, dan pemerintah. Kementerian Ketenagakerjaan juga masih saja mengaku tengah menggodok revisi aturan JHT Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022. 

Tantangan untuk debat terbuka terkait JHT yang dilontarkan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea memang pernah diutarakan namun belum terealisasi. Belum ada tanggapan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.

''Saya tidak setuju dikeluarkannya Permen Nomor 2 Tahun 2022 yang menyatakan bahwa JHT baru bisa dicairkan pada umur 56 walaupun pada saat muda, pekerja tersebut telah di-PHK. 

Maka dengan ini, kalau benar Menaker bertanggung jawab atas isi Permenaker tersebut, saya menantang debat terbuka di mana pun Ibu Menaker untuk membahas Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tersebut,'' kata Hotman Paris dikutip dari akun Instagram resminya @hotmanparisofficial, Rabu (2/3/2022). 

Hotman beranggapan, kebijakan baru dari Menaker Ida Fauziah tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat terutama bagi buruh atau pekerja. Uang JHT adalah sepenuhnya milik pekerja dari berasal dari potongan gaji setiap bulannya. 

''Intinya Bu menteri dalam membuat aturan harus dipikirkan nalar, abstraksi hukum, dan keadilan,'' ujarnya melalui pernyataan terbuka kepada Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah melalui video yang diunggah di akun resmi Instagram-nya, dikutip Rabu (2/3/2022). 

Hotman mengatakan, praktik menahan uang buruh hingga usianya 56 tahun sangat mencederai keadilan. Padahal dalam beberapa kasus, pekerja korban PHK atau yang berhenti secara sukarela sangat membutuhkan dana. 

Ia menganalogikan, seorang karyawan yang sudah berusia 32 tahun namun akhirnya terkena PHK, maka sang pekerja itu harus menunggu pencairan JHT miliknya selama 24 tahun. 

''Selama 10 tahun lebih uang itu dikumpulkan di JHT. Itu uang dia. Karena menurut aturan hanya bisa diambil saat umur 56 tahun. Di mana keadilannya Bu? Itu kan uang dia,'' kata pengecara eksentrik itu. 

Pengacara yang telah berkiprah di hukum bisnis selama 36 tahun ini khawatir saat buruh terkena PHK namun harus menunggu lama untuk bisa mencairkan dana JHT, maka ia akan sudah jatuh miskin karena menjadi pengangguran lama. 

''Padahal, bisa saja dana JHT sangat dibutuhkan pekerja untuk merintis usaha, bahkan sekedar untuk bertahan hidup di masa sulit. Secara hukum, tak ada alasan pemerintah menahan uang buruh hingga 56 tahun. 

Di mana logikanya Ibu? Itu kan uang dia! Uang buruh! Karena demi abstraksi hukum manapun dan nalar hukum apapun. Tidak ada alasan untuk menahan uang orang lain,'' tukasnya. 

''Tapi berapa bulan cukup untuk membiayai hidup diri dan keluarganya? Terlepas dari apapun alasannya, Karena itu uang buruh tidak ada alasan apapun untuk menahan uang tersebut apalagi sampai puluhan tahun,'' tambahnya. (cr2)

#hotmanparishutapea
#uangburuh
#jaminanharitua
#jht
#pengacara
#idafauziyah

Tidak ada komentar