Breaking News

Sampang Kebanjiran, Warga Terpaksa Tak Bisa Beraktivitas Hari Ini

Banjir yang melanda Sampang, Madura, Jawa Timur, 2019 lalu. Foto: Ilustrasi/ Antara

WELFARE.id-Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur memang langganan banjir. Terhitung, hampir setiap tahun mengalami kebanjiran.

Kali ini, banjir parah juga melanda Kabupaten Sampang Madura, Rabu (2/3/2022). Banjir bahkan melumpuhkan akses dan aktivitas masyarakat setempat.

Ribuan rumah warga di sejumlah kawasan, termasuk daerah kota terendam banjir. Akses jalan nasional, jalur kota, sampai perkantoran pemerintah kebanjiran.

Untuk jalan nasional misalnya, karena tidak bisa dilewati maka arus lalu lintas pun dialihkan melalui jalur alternatif, yakni Jalan Makbol Kelurahan Polagan. Selain merendam jalan, air bajir juga melumpuhkan pelayanan publik karena sejumlah kantor birokrasi dan Polsek kota ikut menjadi korban banjir.

"Banjir ini terbesar selama beberapa tahun terakhir, ratusan rumah di pemukiman padat penduduk terendam ada yang sedalam satu meter lebih," ujar Rahmad Kurniawan, warga korban banjir di jalan Imam Bonjol, melansir beritajatim.com, Rabu (2/3/2022).

Ia mengaku telah mengamankan barang-barang elektronik ke atas loteng lantaran hingga saat ini belum ada tanda-tanda air surut. "Air masuk kemarin sore dan sampai saat ini masih terus membesar," akunya.

Sementara itu, beberapa lembaga sekolah seperti SMK Negeri 1, SMP Negeri 6, SDN Delepenang 1, TK Pembangunan, SDN Rongtengah 1, SDN Rongtengah 2 terendam banjir dan terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar. 

"Anak saya tidak masuk sekolah karena akses menuju sekolah sudah terendam banjir," kata Surti ibu rumah tangga di Sampang.

Sebelumnya, upaya menanggulangan banjir sudah dilakukan pemerintah daerah setempat. Mulai dari normalisasi sungai Kemuning hingga dibangunya rumah pompa.

Anggaran proyek tersebut tidak sedikit, mencapai ratusan miliar. Namun hasilnya sama saja, pembangunan tidak mampu membendung luapan air hujan kiriman dari wilayah Sampang bagian tengah.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Asroni, saat di komfirmasi mangatakan pihaknya akan terus memantau dan mengantisipasi kiriman air. "Kami mengatisipasi kiriman air dari wilayah pantura. Kami sudah menyiapkan 5 mesin pompa," terangnya.

Pihaknya juga sudah memprediksi sejumlah wilayah perkotaan yang akan terendam banjir, ketika ada kiriman air dari pantura. "Kemungkinan akan ada genangan di beberapa titik, seperti di Jalan Teratai, Pemuda Baru dan sebagian wilayah Kaju," imbuhnya.

Asroni menghimbau kepada seluruh masyarakat Sampang untuk selalu siaga dan waspada terhadap banjir kiriman. (tim redaksi)

#banjirsampang
#madura
#jawatimur
#bpbdsampang
#curahhujantinggi
#banjirkiriman
#luapansungaikemuning
#normalisasi

Tidak ada komentar