Breaking News

Rupiah Diprediksi Tertekan, IHSG dan Emas Lanjutkan Penguatan

Ilustrasi mata uang Rupiah. DOK WELFARE.id

WELFARE.id-Mengawali pekan, mata uang Rupiah diprediksi masih cenderung tertekan di tengah penguatan USD seiring dengan perkembangan situasi invasi Rusia ke Ukraina. 

Rupiah melemah 0,18 persen atau 25 poin menjadi Rp14.301 terhadap dolar AS pada Jumat (11/3/2022). Sepanjang perdagangan, Rupiah bergerak di rentang Rp14.287 - Rp14.317. 

Sementara itu, indeks USD yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama dunia mengalami penguatan 0,19 persen atau 0,18 poin ke level 98,685. Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang memprediksi Rupiah pada hari ini bergerak di rentang Rp14.220-14.360 per dolar AS.  

''Pasar mengamati perkembangan invasi Rusia ke Ukraina yang saat ini justru perang mendekat ke perbatasan dengan Polandia yang notabene merupakan salah satu anggota NATO. Amerika Serikat telah mengirimkan tambahan 3.000 tentara AS yang berasal dari Divisi Lintas Udara ke-82, yang merupakan pasukan reaksi cepat utama dalam militer AS,'' katanya Senin (14/3/2022). 

Sementara itu, berdasarkan data transaksi Bank Indonesia (BI) periode 7 Maret 2022 hingga 9 Maret 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik terpantau melakukan jual neto Rp21,46 triliun. Aksi jual bersih investor asing tersebut terdiri dari jual neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp10,87 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp10,60 triliun. 

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi dapat menguat pada perdagangan hari ini. Analis Phillip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius, mengatakan, penguatan dapat terjadi karena IHSG yang masih bergerak di atas trendline bullish-n dan stochastic yang mengarah ke atas pada area netralnya. 

Dia menyebut, sentimen yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG pekan depan adalah rilis data Neraca Perdagangan Indonesia untuk Bulan Februari 2022.

Selain itu, ada pula rilis data penjualan ritel China serta data Industrial Production dari Negeri Tirai Bambu tersebut. ''IHSG diproyeksikan dapat bergerak menguat sampai ke area resistance 6.974 dengan support yang dapat dipertimbangkan pada area 6.814,'' jelasnya. 

Untuk perdagangan hari ini, saham-saham yang menarik untuk diperhatikan diantaranya PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten Tbk (BJBR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA). 

Sementara saham-saham bank diperkirakan masih akan fluktuatif jelang pengumuman hasil FOMC dari Federal Reserve yang digelar Rabu (16/3/2022). The Fed diperkirakan mengumumkan kenaikan pertama suku bunga acuan selama periode pandemi. 

Dengan demikian, saham-saham defensif (telco dan consumer), seperti SIDO, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT London Sumatra Indonesia Plantation Tbk (LSIP) dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dapat diperhatikan. 

Sementara itu, harga emas emas mampu menembus level USD2.000 per troy ounce pekan lalu. Namun memang posisi tersebut tidak bertahan lama. Para analis yakin bahwa tembusnya harga emas di level USD2.000 tersebut baru sebuah awal dari menuju ke level yang lebih tinggi lagi. 

Hasil terbaru dari survei Kitco News Weekly Gold yang dikutip pada Senin (14/3/2022), menunjukkan mayoritas para analis yakin harga emas akan terus melanjutkan penguatan tetapi belum bisa memastikan waktunya. Sedangkan pada saat yang sama, sentimen bullish di antara investor ritel juga telah turun dari level tinggi yang dicetak pada pekan lalu. 

Banyak analis melihat harga emas ditakdirkan untuk bergerak lebih tinggi dan mampu mencetak angka tertinggi sepanjang sejarah. Namun beberapa analis lain menyebutkan hal tersebut sedikit berlebihan dan harga emas kemungkinan besar akan konsolidasi. 

''Tidak diragukan lagi harga emas berada dalam tren kenaikan tetapi perlu ada beberapa konsolidasi,'' kata analis Blue Line Futures Philip Streible. 

Pada pekan ini, 18 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Delapan analis atau 44 persen menyerukan harga emas naik pekan ini. Sementara tiga analis atau 17 persen menyebutkan harga emas akan bearish dan tujuh analis atau 39 persen netral. 

Sementara itu, 1.013 suara diberikan dalam jajak pendapat secara online. Dari jumlah tersebut, 634 responden atau 63 persen melihat bahwa harga emas akan naik minggu ini.​ Sedangkan 223 lainnya atau 22 persen mengatakan harga emas dunia akan lebih rendah. Sementara 156 pemilih atau 15 persen netral. (cr2)

#ihsg
#bei
#matauangasing
#wallstreet
#keuanganglobal

Tidak ada komentar