Breaking News

Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Dolar dan Rupiah, 12 Orang Ditetapkan Tersangka

Ilustrasi uang rupiah palsu yang dibuat dan diedarkan jaringan Jakarta-Jawa Timur yang dibongkar oleh Bareskrim Polri.

WELFARE.id-Peredaran uang palsu masih saja terjadi. Bukan hanya terhadap rupiah tapi pemalsuan juga terjadi terhadap uang dolar Amerika Serikat (AS). Terbaru kasus pemalsuan uang itu dibongkar polisi. 

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri membongkar peredaran uang dolar dan rupiah palsu jaringan Jakarta-Jawa Timur. Dalam kasus itu polisi mencokok 12 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami berhasil mengungkap kasus uang palsu. Sebanyak 12 orang sudah dijadikan tersangka, baik pengedar, pendistribusi, penyimpan, pembuat uang palsu dan pemodalnya," terang Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Brigjen Pol Whisnu Hermawan saat konferensi pers, Selasa (1/3/2022).

Whisnu juga menerangkan, penyidik awalnya menangkap dua orang pengedar uang dolar palsu di kawasan Jakarta Selatan. Hasil pengembangan, uang asing palsu itu ternyata dibuat di daerah Jawa Timur.

Whisnu menyebut, sindikat ini tak sekedar membuat dan mengedarkan uang dolar tapi juga uang rupiah. Sindikat ini memalsukan uang rupiah pecahan Rp100 ribu lalu diedarkan ke masyarakat.

Masih dalam rangkaian kasus uang palsu tersebut, penyidik juga menemukan gudang penyimpanan uang palsu di Kota malang, dan tempat percetakan uang palsu di Surabaya yang keduanya berada di wilayah Provinsi Jawa Timur. 

Pengakuan dari ED selaku pemilik percetakan kepada polisi, ia membuat uang palsu baik rupiah dan dolar sejak tahun 2020 lalu.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Karo Penmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan kalau penyidik sempat menyamar sebagai pembeli untuk menelusuri sindikat uang palsu tersebut. 

Penyamaran ini untuk mengetahui keterkaitan antara pengedar dengan orang lain.  Hingga akhirnya penyidik bertemu dengan tersangka M dan tersangka T daerah Probolinggo, Jawa Timur.

Saat ditangkap, T mengaku menyimpan uang palsu di salah satu hotel dan dan kediamannya di Dusun Patemon, Desa Mangaran, Kecamatan Agung, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Karena kesaksian T ini, penyidik secara berturut-turut berhasil meringkus tersangka AF, TD, ED, S dan R. Total ada 12 orang sindikat pemebuat dan pengedar uang palsu yang kini statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, 12 tersangka itu dijerat Pasal 36 ayat 1 ayat 3 Undang-undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (tim redaksi)

#kriminalitas
#uangpalsu
#sindikat
#pembuatdanpengedar
#bareskrimpolri
#tipideksus
#dirtipideksus 
#brigjenpolwhisnuhermawan

Tidak ada komentar