Breaking News

Pesparawi Nasional ke-XIII Siap Dihelat di Jogja

Pesparawi Nasional ke-XIII segera dihelat di Jogjakarta. Foto: Istimewa/ Dok.Humas DIY

WELFARE.id-Pada 2019 lalu, Daerah Istimewa Jogjakarta ditunjuk sebagai tuan rumah event nasional 3 tahunan, Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII. Event yang sedianya akan digelar tahun lalu itu terpaksa ditunda setahun karena pandemi COVID-19.
  
Berkaitan dengan hal tersebut, panitia Pesparawi Nasional bersama Dirjen Bimas Kristen, Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI Jannus Pangaribuan melakukan audiensi ke Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, di Ndalem Ageng di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, belum lama ini. Paku Alam X menerima rombongan tersebut dengan didampingi Kepala Kanwil DIY Kemenag RI Masmin Afif, dan Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY, Djarot Margiantoro. 

Ia mengatakan, di tengah gelombang ketiga COVID-19 yang sedang melanda saat ini, pilihan untuk menyelenggarakan Pesparawi  XIII ini menjadi dilematis. Di satu sisi, event yang sudah mundur ini memang harus segera dilaksanakan, mengingat event ini juga mempengaruhi program-program Kemenag RI selanjutnya. 

Namun di satu sisi, ia juga tidak ingin nantinya COVID-19 makin merebak di DIY. ''Event ini kalaupun tetap diselenggarakan, saya mau ada antisipasi terhadap lonjakan kasus dengan sebaik-baiknya. Dari jumlah peserta, penggunaan teknologi, pemanfaatan tempat-tempat untuk isoter. Karena untuk isoter, melayani masyarakat DIY saja sudah penuh, apalagi dari luar dengan jumlah 15 ribu orang. Tentu berat,'' ujarnya, dikutip Jumat (4/3/2022). 

Ia menambahkan, penyelenggaraan Pesparawi XIII ini nantinya harus dipastikan dengan baik, sesuai dengan prosedur penyelenggaraan acara pada masa pandemi. "Karena bagaimanapun, mengumpulkan banyak orang pada saat ini tidak bisa sembarangan. Harus ada langkah antisipasi yang matang," sarannya.

Kepala Kanwil DIY Kemenag RI Masmin Afif mengungkapkan, ada beberapa catatan penting pada penyelenggaraan Pesparawi XIII yang rencananya digelar pada 19-26 Juni 2022 mendatang. Pertama, event ini akan tetap diselenggarakan mengingat belum ada kepastian kapan pandemi berakhir. 

Dirinya menyebut, akan dilakukan penyesuaian dan pertimbangan jumlah peserta yang akan hadir. Jumlah awal peserta diperkirakan mencapai 15 ribu peserta, untuk kemudian dipangkas menjadi 6 ribu saja. 

''Dari jumlah ini tadi Pak Wagub minta dipertimbangkan lagi untuk bisa dikurangi. Ini karena melihat suasana saat ini yang sedang ada pada gelombang ketiga. Agar mengurangi kerumunan,'' ucapnya. 

Selain itu, penyelenggaraan kegiatan akan digelar di beberapa venue berbeda. Hal ini sebagai langkah meminialisir penyebaran COVID-19 dan mengkondusifkan suasana. 

Tentu disiplin prokes juga menjadi catatan penting bagi penyelenggara dan peserta. Sementara itu, Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY Djarot Margiantoro mengungkapkan, persiapan sudah mulai berjalan saat ini. Menurutnya, kepanitiaan nanti akan diperkuat oleh seluruh OPD di DIY. 

Selain itu, ia juga akan menggandeng mahasiswa-mahasiswa daerah yang ada di DIY yang memiliki asrama. Asrama ini nanti akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional kegiatan. 

''Kita ambil langkah ini untuk memaksimalkan potensi DIY dan mengurangi keterlibatan pihak luar, supaya mengurangi risiko paparan COVID-19 juga,'' imbuhnya. Dirinya memastikan,  akan melaksanakan arahan Wagub DIY terkait pemanfaatan teknologi untuk memudahkan pekerjaan. 

Nantinya, akan ada desain kartu peserta yang memuat data keseluruhan dari peserta itu sendiri. ''Kita manfaatkan teknologi melalui database ID card yang isinya berbagai macam informasi yang jelas. Kala rencana awal tanpa ada kejadian luar biasa ini, seluruh rencana kita pastikan sudah ideal,'' tuturnya. (cr2)

#pesparawinasional
#prokesketat
#pesertadipangkas
#jogjatuanrumah
#kemenagri
#covid19

Tidak ada komentar