Breaking News

Pertama di Asia, Platform Sharing Royalti Musik Berkonsep NFT

CEO Netra Setiawan Winarto bersama founder lain dan musisi Dewa Budjana, Boni Eko Lalahuta, dan Andra Ramadhan dalam peluncuran platform sharing royalty NFT pertama di Asia Netra di Jakarta, Jumat (4/3/2022). Foto: Dewi Maryani/Welfare.id 


WELFARE.id-Indonesia memiliki banyak musisi yang bertalenta, sayangnya tak semuanya bisa sukses dan menikmati hasil karyanya. Setiawan Winarto selaku CEO Netra menceritakan, ia teringat dengan maestro jazz Bubi Chen yang berakhir sebagai pianis di sebuah lobi hotel di Surabaya. 

Padahal, ia merupakan pianis kelas dunia yang kemahirannya telah diakui di dunia internasional. ''Problemnya dari dulu sampai sekarang sama. Musisi kecuali benar-benar sukses, mungkin, maaf kere,'' ujarnya di Jakarta, Jumat (4/3/2022). 

Belum lagi masalah pembajakan dan royalti. Musisi dari seluruh dunia pun telah lama mengaku kesulitan untuk hidup dengan mengandalkan musik karena adanya pemain-pemain besar yang bertindak sebagai penengah namun kurang memberi kejelasan dan transparansi tentang distribusi royalti. 

Ditambah adanya pandemi, yang sudah berjalan lebih dari dua tahun ini, konser dan live show yang menjadi sumber utama pendapatan artis sangat dibatasi. ''Musisi juga ada yang sampai menjual alat musiknya. Saya sendiri di 2021, dari jualan alat musik, 10 bulan dr 12 bulan itu rugi,'' akunya. 

Disisi lain, lanjutnya, dia melihat, dunia digital justru mengalami perkembangan yang pesat. Termasuk karya seni yang bisa dijual secara virtual atau yang lebih dikenal dengan Non Fungible Token (NFT). 

Melihat potensi ini, ia pun mendirikan Netra, platform NFT karya anak bangsa, yang menawarkan solusi untuk masalah-masalah dikalangan musisi tersebut. Ia menjelaskan, platform royalty-sharing NFT musik yang memanfaatkan teknologi blockchain itu menjadi yang pertama di Asia. 

Dimana para musisi lokal Indonesia maupun internasional dapat menawarkan kepemilikan dan hak royalti atas karya musik mereka dalam bentuk aset digital NFT ke para penggemarnya. 

''Visi utama Netra adalah untuk menjadi platform dan sebagai partner para musisi untuk memasuki dunia web3, blockchain, dan metaverse sehingga mendapatkan penghasilan yang bagus. Saya ingin musisi bisa hidup sejahtera. Saya melihat ada hope,'' ujarnya, disela peluncuran. 

Ia menambahkan, jika dulu penggemar memberikan dukungan kepada musisi favoritnya dengan membeli karyanya seperti kaset, atau CD, saat ini penggemar juga bisa menjadi investor. 

''Penikmat musik sebagai investor juga. Kalau dulu beli CD hanya sekadar untuk mendengarkan karya musisi. Di NFT, seperti beli CD tapi juga punya saham. Yang akan dibagikan setiap tiga bulan sekali,'' jelasnya. 

Lantas, bagaimana cara platform Netra bekerja? Bryan Blanc selaku COO Netra menjelaskan, musisi-musisi legendaris seperti Andra Ramadhan, Dewa Budjana, Boni Eko Lalahuta, Indra Lesmana, dan masih banyak lagi berkolaborasi dengan Netra untuk membuat dan mendistribusikan NFT yang dilengkapi keuntungan eksklusif dan hak atas royalti musik yang diperoleh dari berbagai platform streaming seperti Spotify, Apple Music, TikTok, YouTube, dan sebagainya. 

Hak milik royalti lagu artis akan dipecahkan menjadi ratusan NFT yang dapat dibeli di platform Netra, dan setiap NFT akan melambangkan persentase kepemilikan terhadap NFT tersebut. 

''Dengan menerapkan prinsip desentralisasi, keuntungan yang diperoleh melalui streaming musik akan langsung ditransfer ke musisi dan dapat diklaim oleh pemilik NFT Netra tanpa intervensi pihak ketiga. Dan dengan memanfaatkan teknologi blockchain, keamanan dan keaslian setiap transaksi bersifat terjamin dan transparan,'' paparnya juga. 

Bryan mengungkapkan, di awal, Netra mempunyai misi untuk memberi fans kesempatan memiliki legacy abadi dari para musisi yang sebelumnya tidak bisa terjadi tanpa teknologi blockchain. Inovasi teknologi blockchain di dunia musik tidak ada batasnya dan pihaknya memiliki banyak rencana untuk masa depan industri musik melalui blockchain, mulai dari decentralized music, hingga dunia music metaverse. 

Musisi legendaris Dewa Budjana pun antusias menilik bisnis baru ini. ''Kita musisi dari dulu sebenarnya sharing royalty, cuma nggak pernah tahu kemana. Kali ini menarik karena era digital semuanya makin jelas. Saya nggak begitu tahu soal NFT, untung ada anak jadi bisa belajar, dan ternyata menarik. Terutama bisa berbagi buat fans juga,'' kata pentolan band Gigi itu. 

Pada kesempatan ini, Budjana menampilkan single anyar berjudul "Matahati". Hal yang sama juga diakui Andra Ramadhan. 

Gitaris band Dewa dan Andra and The Backbone itu mengaku tertarik dengan NFT. ''Jujur aku baru banget tahu. Begitu dijelaskan, langsung tertarik. Nanti akan ada single kolaborasi dengan anak judulnya "You're Not Alone". Cerita tentang kesendirian. Buat kita makin semangat,'' tutupnya. (cr2) 

#netra
#platformsharingroyalty
#desentralisasimusik
#dewabudjana
#singlematahati
#andraramadhan
#boniekolalahuta
#nft
#musisi

Tidak ada komentar