Breaking News

Perang Hari ke-19, Rusia Sesumbar Bisa Kuasai Kota-Kota Besar di Ukraina

Militer Ukraina dilaporkan melakukan serangan balik di Mykolayiv dan wilayah Kharkiv timur dengan menghancurkan pasukan lapis baja Rusia. Foto: Facebook.com/General Staff of the Armed Forces of Ukraine

WELFARE.id-Meski sudah melakukan invasi ke Ukraina selama 19 hari, tapi hingga kini pasukan militer Rusia belum bisa mengambil alih sejumlah kota-kota penting di Ukraina.

Tapi, Juru Bicara (Jubir) Kantor Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov mengatakan kalau militer negaranya dalam waktu dekat bisa mengambil kendali kota-kota besar di Ukraina sepenuhnya.

Ia juga mengklaim Rusia memiliki kekuatan militer yang cukup memenuhi seluruh tujuan invasinya ke Ukraina bahkan tanpa bantuan negara lain.

"Kementerian Pertahanan Federasi Rusia, sambil memastikan keamanan penduduk sipil secara maksimum, tidak mengecualikan kemungkinan mengambil alih kota-kota dengan populasi terbesar di Ukraina," terang Peskov dalam jumpa pers di Moskow pada Senin (14/3/2022).

Peskov juga mengatakan beberapa kota besar Ukraina sudah dikepung pasukan Rusia pada hari ke-19 invasinya ini. Meski begitu, hingga kini belum ada satu pun kota besar yang berhasil diduduki pasukan Rusia.

Dalam kesempatan itu, Peskov juga membantah tudingan Amerika Serikat (AS) terkait dugaan Rusia telah meminta bantuan militer ke Tiongkok (China, Red).

"Tidak. Rusia memiliki potensi independen sendiri untuk melanjutkan operasi (perang di Ukraina ini). Seperti yang kami katakan, invasi ini berjalan sesuai rencana dan akan selesai tepat waktu dan sepenuhnya," papar Peskov seperti dikutip Reuters.

Belakangan, sejumlah ahli perang dan militer memprediksi pasukan Rusia semakin kewalahan menghadapi perlawanan tentara Ukraina. Sebab, pasukan Rusia belum juga bisa menguasai kota-kota besar, terutama Ibu Kota Kiev, memasuki pekan ketiga invasi.

Padahal, Rusia dilaporkan telah mengerahkan hampir seluruh pasukannya. Konvoi pasukan Rusia dengan alat tempur sepanjang 64 kilometer (km) menuju Kiev juga sempat dibubarkan dan dipindahkan.

Selain itu, AS bahkan menyebut Rusia telah meminta bantuan negara Tirai Bambu untuk memperkuat invasinya di Ukraina.
Pejabat militer Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Rusia meminta dukungan militer termasuk bantuan drone dari Tiongkok. (tim redaksi)

#perang
#invasi
#rusia
#ukraina
#jubirkantorkepresidenanrusia
#dmitrypeskov

Tidak ada komentar