Breaking News

Jamu Didaftarkan Jadi Warisan Budaya UNESCO, Ketua GP Jamu: Diusulkan Sejak 2013

Konferensi pers Gabungan Pengusaha Jamu terkait pengajuan jamu sebagai calon warisan budaya tak benda UNESCO melalui Kemendikbud. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Jamu, minuman tradisional menyehatkan asal Tanah Air bakal menjadi minuman herbal yang diakui dunia. Pasalnya, Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) tengah mengajukan jamu ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO.

Untuk bisa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, ada beberapa dokumen yang disiapkan oleh tim kerja nominasi budaya sehat jamu seperti mengumpulkan kuisoner hingga foto dan video yang berkaitan dengan jamu. 

Karena itu, Senin (14/3/2022), Tim Kerja Nominasi Budaya Sehat Jamu resmi mengirimkan dokumen Intangible Cultural Heritage (ICH 02) nominasi budaya sehat jamu sebagai calon warisan budaya tak benda UNESCO ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Ranny Pertiwi Zarman mengatakan pengusulan budaya sehat jamu adalah wujud upaya panjang, telaten, dan tak kenal lelah yang dilakukan sejak 2013. 

Namun saat ini adalah momentum yang tepat untuk menominasikan jamu ke UNESCO saat kondisi dunia sedang dilanda wabah pandemi COVID-19. 

”Saat dunia sakit yang dibutuhkan bukan tari yang indah, kain yang elok, atau makanan lezat, tetapi jamu agar dunia kian sehat menghadapi pandemi Corona,” terangnya. 

Ia juga mengatakan budaya sehat jamu sudah ditetapkan sebagai Warisan tak Benda Indonesia dan dipersilahkan untuk mendaftarkan diri sebagai Nominasi Warisan Tak Benda Dunia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melalui SK No. 362/ M/2019 Tentang Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2019, sehingga sudah layak dan tepat jika dinominasikan ke tingkat dunia di tahun ini.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jendral 4 GP Jamu dan Tim Kerja Nominasi Budaya Sehat Jamu, Kusuma Ida Anjani menyampaikan budaya sehat jamu juga memberikan sumbangsih dalam United Nations SDGs 2030. 

”Budaya sehat jamu merepresentasikan goal yang ke 3, yakni Good Health and Well Being for All. Selain itu, jamu juga memberikan sumbangsih ke goal ke 5 yakni Gender Equality, goal ke 12-Responsible Comsumption and Production dan goal ke 15-Life on Land,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Konsultan Penelitian dan Penulis Dokumen ICH 02, Gaura Mancacaritadipura menjelaskan bahwa setelah diserahkan kepada Kemendikbud Ristek, nantinya pihak Kemendikbud akan mengirimkan dokumen ke UNESCO paling lambat 31 Maret 2022. 

”Setelah dikirim, nantinya akan dipelajari apa saja yang perlu dilengkapi lagi. Lalu akan dikirim ke tim penilai dan dievaluasi apakah lulus atau tidak. Terkadang mereka membutuhkan informasi tambahan dan sidang penetapannya akan dilakukan pada November tahun depan,” tandasnya. (tim redaksi)


#gabunganpengusahajamu
#gpjamu
#unesco
#warisanbudayatakbenda
#kemendikbud
#ketuagpjamu
#rannypertiwi

Tidak ada komentar